Siapa sih yang tidak tau tentang BPJS? Ya, BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan merupakan salah satu asuransi kesehatan yang disediakan pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan berupa pembiayaan rawat inap ataupun pembedahan.

Satu hal pokok yang mendasari mengapa BPJS sangat membantu masyarakat adalah karena biaya premi yang murah, sehingga sangat terjangkau masyarakat. Dan bahkan pemerintah menggratiskan biaya premi untuk masyarakat yang kurang mampu.

Oleh karena itu, tidaklah heran kalau pada akhirnya banyak orang yang berpikir jika asuransi kesehatan akan tersingkirkan oleh BPJS. Padahal kenyataannya, peminat asuransi kesehatan tidak serta merta menurun. Hal tersebut tentunya karena keterbatasan BPJS yang tidak dimiliki oleh asuransi kesehatan.

Apakah Masih Butuh Asuransi Kesehatan Jika Telah Memiliki BPJS?

Lalu, apakah kamu masih butuh asuransi kesehatan jika telah memiliki BPJS? Pernyataan semacam ini yang sering terlontar bagi para pengguna BPJS.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu sebelumnya kamu harus mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh BPJS ataupun asuransi kesehatan.

Nah, ulasan berikut ini akan sedikit membantu kamu untuk menemukan jawabannya!

Kelebihan dan Kekurangan BPJS

BPJS merupakan produk kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dengan hadirnya BPJS maka dianggap sebagai alternatif untuk melakukan proteksi diri yang cukup terjangkau serta dapat dijangkau oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia.

BPJS sendiri melayani dua hal utama, yakni kesehatan masyarakat dan proteksi terhadap karyawan yang ada dalam ketenagakerjaan. Sebagai produk yang disediakan pemerintah, tentunya BPJS memiliki banyak kelebihan. Adapun kelebihan dari BPJS yakni:

1. Biaya Premi

Kelebihan mendasar dari BPJS adalah biaya premi yang sangat murah dan terjangkau. Bahkan pada masyarakat yang kurang mampu, biaya premi sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Untuk pembayarannya sendiri, dibagi menjadi 3 kategori, yakni kelas III dengan biaya premi Rp. 25.500, kelas II dengan biaya premi Rp. 51.000, dan kelas I dengan biaya premi Rp. 80.000. Berbeda biaya premi tentunya berbeda pula layanan yang akan diberikan. Selain itu, jika kamu terlambat membayar, maka akan dikenakan denda sebesar 2% dari total biaya premi yang digunakan.

2. Batasan Limit

Dalam hal limit, BPJS lebih unggul. Karena BPJS tidak ada batasan limit atau plafon. Jadi semua biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak BPJS. Hal ini tentunya bisa dilakukan jika kamu mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh BPJS, termasuk pilihan ruang inap sesuai dengan kelas yang kamu pilih sebelumnya pada saat mendaftar sebagai anggota BPJS.

Memiliki biaya premi yang murah serta tidak adanya batasan limit-lah yang membuat BPJS memang layak dijadikan sebagai perlindungan kesehatan. Meski demikian, masih ada saja kekurangan BPJS yang membuat masyarakat tak nyaman. Adapun kelemahan tersebut ialah:

1. Layanan atau alur klaim

Dalam hal layanan, BPJS memang membuat pengguna tak nyaman. Pasalnya jika kamu akan berobat membutuhkan prosedur yang cukup panjang dan ribet. Yakni, pertama kamu harus meminta rujukan terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan masyarakat, seperti puskesmas, baru kamu bisa menjalani pengobatan di rumah sakit tertentu sesuai dengan rujukan puskesmas tersebut.

Hal itu memang cukup ribet, apalagi proses tersebut seringkali berbelit-belit, ditambah lagi dengan antrian yang sangat panjang.

2. Pilihan Rumah Sakit

Kelemahan lain yang dimiliki oleh BPJS adalah keterbatasan dalam pemilihan rumah sakit. Ya, bagi kamu pengguna BPJS, maka dipastikan rujukan rumah sakit yang akan digunakan tak bisa semaunya sendiri, namun sesuai rujukan yang diberikan BPJS. Belum lagi kamar inap yang akan digunakan, yakni sesuai dengan kelas BPJS yang kamu bayar.

3. Kegunaan

Pilihan fasilitas dalam BPJS memang tak bisa ditentukan sendiri, semuanya sesuai dengan prosedur yang diberikan BPJS. Selain kamar inap yang ditentukan, bahkan BPJS tidak bisa menangani jenis penyakit lebih dari satu sekaligus. Artinya jika kamu mengalami beberapa penyakit, maka harus ditangani satu per satu.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Kesehatan

Berbeda dengan BPJS yang merupakan jaminan kesehatan nasional, asuransi kesehatan merupakan produk komersial yang disediakan oleh lembaga swasta.

Namun benarkah bahwa dengan adanya BPJS membuat asuransi kesehatan tak dibutuhkan lagi? Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini!

Seperti halnya BPJS, asuransi kesehatan juga memiliki kelemahan. Adapun kelemahannya yakni:

1. Biaya Premi

Karena merupakan produk komersial swasta, tak heran jika biaya premi asuransi kesehatan cukup mahal. Pasalnya kamu perlu membayar mulai dari ratusan ribu per bulan. Tak hanya disitu saja, bahkan pembayarannya preminya akan semakin mahal jika semakin tua usianya, jika kamu seorang perokok dan terdapat juga perbedaan biaya premi antara laki-laki dan perempuan.

2. Batasan Limit

Tak seperti BPJS yang tak memiliki batasan limit, asuransi kesehatan memiliki batas limit. Artinya kamu bisa dirawat di rumah sakit serta biaya akan ditanggung oleh pihak asuransi, namun maksimum biaya yang ditanggung adalah sesuai dengan pilihan plan yang kamu ambil. Sehingga jika kamu telah melebihi batasan limit, maka sisa biayanya harus kamu tanggung sendiri.

Asuransi kesehatan tentunya memiliki kelebihan yang dapat dijadikan alasan mengapa kamu boleh saja memiliki meskipun sudah punya BPJS. Adapun kelebihan tersebut ialah:

1. Layanan

Memiliki harga yang cukup mahal, tentunya sebanding dengan pelayanan yang diberikan. Dalam hal pelayanan asuransi kesehatan lebih unggul dibandingkan BPJS. Pasalnya jika kamu akan berakibat ke rumah sakit, maka akan langsung mendapat penanganan dengan segera tanpa rujukan dari pihak mana pun. Tak hanya disitu saja, bahkan prosedur serta persyaratannya tak ribet serta antriannya tak begitu panjang.

2. Pilihan Rumah Sakit

Tak hanya penanganannya yang cepat, bahkan rumah sakit dan kamar yang akan digunakan untuk pengobatan pun bisa dipilih sesuai keinginan.

Selain itu, fasilitas yang diberikan asuransi kesehatan juga cukup lengkap. Yakni meliputi rawat inap, ambulance, obat, kunjungan dokter, serta berbagai aktivitas lainnya yang berhubungan dengan perawatan pasien.

3. Pilihan Kamar yang Lebih Nyaman

Tak seperti BPJS yang menyediakan kamar sesuai dengan kelasnya, asuransi kesehatan lebih fleksibel. Artinya, Kamu bisa memilih sendiri kamar yang digunakan, mulai dari kelas 1, kelas 2, kelas 3 bahkan VVIP sekalipun. Hal ini tentunya akan membuat pengobatan yang Kamu lakukan nyaman dan cepat sembuh bukan?

Tak hanya itu saja, terdapat asuransi kesehatan pula yang menawarkan santunan harian rawat inap. Artinya uang yang akan diberikan dihitung secara harian. Fungsinya adalah untuk mengganti pemasukan yang hilang karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk bekerja.

4. Ada No Claim Bonus

Banyak perusahaan asuransi yang memberikan No Claim Bonus, yaitu bonus yang diberikan kepada nasabahnya jika tidak terdapat klaim selama periode waktu tertentu. Bonus ini biasanya diberikan berupa discount atau potongan harga untuk pembayaran premi periode yang akan datang. Cukup menarik, kan?

Masih Belum Menemukan Jawaban?

Sebenarnya jika dipikir kembali, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dimana kelebihan dan kekurangan diantara keduanya bisa melengkapi satu sama lain.

Nah, untuk lebih mudahnya, maka perhatikan perbedaan antara BPJS dan asuransi kesehatan berikut ini!

Point PembedaBPJSAsuransi kesehatan
Prosedur LayananHarus mengikuti prosedur yang ditetapkan. Yakni melalui rujukan fasilitas kesehatan terlebih dahulu, baru kemudian dirujuk ke rumah sakit. Selain itu, untuk penyakit yang masih ringan, tidak dapat dirujuk ke rumah sakit.Bisa langsung ke rumah sakit tanpa rujukan.
Biaya premiLebih murah. Mulai dari Rp. 80 ribu.Lebih mahal. Tergantung usia, kelas kamar, jenis kelamin, dll.
Layanan kamarTidak dapat memilih sendiri, dan pilihan sesuai dengan kelas BPJS yang digunakan.Bisa memilih sendiri, sesuai dengan plan yang dipilih.
Pilihan Rumah SakitRumah sakit yang akan digunakan sebagai rujukan, sesuai dengan pilihan BPJS. Artinya kamu tidak bisa memilih sendiri, jika tidak dalam keadaan yang darurat.Leluasa dalam memilih rumah sakit yang akan digunakan untuk berobat.
Sistem PelayananPengobatan pada penyakit yang lebih dari satu dilakukan secara bertahap. Artinya tidak bisa dilakukan sekaligus dalam waktu pengobatan yang sama. Jadi pasien perlu mengantri kembali untuk menangani penyakit lainnya.Tidak terdapat batasan. Artinya pasien pengguna asuransi kesehatan bisa mengobati berbagai penyakit sekaligus, tanpa dalam waktu pengobatan yang sama, tanpa bolak balik ke rumah sakit.
Tambahan Asuransi JiwaJika pemilik BPJS meninggal, maka pihak keluarga tidak mendapatkan santunan.Ada pihak asuransi kesehatan yang memberikan santunan kepada anggota keluarga, jika pemilik asuransi meninggal.

 

Jadi Perlukah Asuransi Kesehatan Jika Telah Memiliki BPJS?

Sebenarnya, antara BPJS dan asuransi kesehatan saling melengkapi. Dimana jika harga premi BPJS lebih murah, maka asuransi kesehatan memiliki pelayanan yang lebih unggul. Jika di BPJS tidak ada batasan limit, maka pada asuransi kesehatan tidak ada batasan pemilihan rumah sakit dan pemilihan kamar yang akan digunakan.

Dengan demikian, pertanyaan perlukah asuransi kesehatan jika telah memiliki BPJS? Jawabannya adalah YA. Hal ini karena asuransi kesehatan memiliki kelebihan yang melengkapi kekurangan BPJS. Sehingga asuransi kesehatan sangat disarankan untuk kamu miliki jika memang budget kamu memungkinkan untuk memperoleh keduanya.